Minggu, 14 Juli 2013

Dunianya Sama Tapi Akhirat Berbeda Tempat

Dua jenis manusia itu sama² berusaha mengais rezeki masing² berupaya, awalnya mencukupi kebutuhan dasar yang paling pokok bagi diri sendiri dan keluarga dan jika kebutuhan pokok itu sudah terpenuhi, mereka mulai mencari kemewahan² agar seumur hidupnya dapat dijalani dengan kelimpahan, kemudahan, aman, tenteram, damai dan seterusnya.

Semua umat manusia, yang mukmin maupun yang kafir, agaknya nyaris sepakat dengan pola hidup seperti ini. Hanya, ada perbedaan mendasar dalam kesadaran dan cara berfikir diantara keduanya.

业 ORANG KAFIR.

Orang kafir mengabdi pada kehidupan dunia an sich. Baginya, kebahagiaan dunia adalah tujuan puncak; dunia adalah kesempatan yang apabila terlewatkan, hilanglah segalanya.

Baginya, kehidupan hanyalah rentang waktu yang berlangsung di atas bumi ini saja. Ia tidak percaya bahwa ada kehidupan lain setelah kehidupan ini. Ia juga tidak yakin bahwa ada rumah tinggal lain setelah rumah tinggal (bumi) ini hancur.

业 ORANG MUKMIN.

Sedangkan orang mukmin, mereka memiliki pandangan yang bertolak belakang dengan pemahaman orang orang kafir. Orang mukmin percaya bahwa terdapat kehidupan lain yang lebih nyata, lebih agung, di mana manusia akan tinggal kekal di dalamnya.

Bagi orang mukmin, kehidupan dunia adalah perjalanan menuju kehidupan berikutnya. Jadi di sini saatnya menanam, di sana kita akan menuai, di sini kita berlomba², di sana kita akan mendapatkan nilai.

Dunia, jika tidak dijadikan kendaraan menuju akhirat, akan menjelma menjadi fatamorgana yang penuh tipu daya dan kepalsuan.

Perbedaan kedua kelompok di atas sangat mendasar dan jelas, meskipun keduanya berjalan beriringan, sama sama bekerja keras mencari makan. Mereka berbeda pada motif, yang satu makan untuk hidup, yang lain hidup untuk makan.

Diakui memang, daya pikat dunia sangat luar biasa. Dan, persaingan keras kehidupan pun sangat menguras tenaga, menyita kesadaran dan fikiran yang tidak ringan.

Sehingga banyak yang tertipu oleh capaian capaian dunia yang sifatnya sementara, lebih memilih yang fana ketimbang yang abadi.

Disinilah agama menciptakan ajaran²nya untuk menangani sekaligus dua wilayah yang sama² penting.

Puisi "Ilalang"

Di sebuah tepian ladang, seorang anak memperhatikan ayahnya yang terus saja bekerja. Sang ayah terlihat menggemburkan tanah dengan cangkul, membaurkan pupuk di sekitar tanaman, dan membabat tumbuhan liar di sekitar ladang. Sesekali, sang ayah harus mencabut ilalang. Anak itu terus memperhatikan dengan heran.

“Kenapa ayah melakukan itu...??? Bukankah ilalang itu masih terlalu kecil untuk dicabut...???” (teriak si anak sambil berjalan mendekati ayahnya).

Ia membawakan air yang baru saja ia tuang ke sebuah gelas bambu. Sambil tangan kiri menghapus peluh, tangan kanan ayah anak itu meraih gelas bambu dari tangan kecil anaknya.

“Anakku, inilah pekerjaan petani. Kelak kamu akan tahu...!!!” (jawab sang ayah singkat).

Setelah minum, petani itu memanggul cangkul di dekatnya.

“Hari sudah sore...!!! Mari kita pulang, Nak...!!!” (ucap sang ayah sambil meraih pundak anak lelakinya itu).

Sepulang dari ladang, petani itu sakit. Hingga beberapa hari, ia dan anaknya tidak bisa ke ladang yang jaraknya sekitar satu jam berjalan kaki, naik dan turun. Petani itu tampak gelisah. Ia seperti ingin memaksakan diri berangkat ke ladang.

“Ayah kenapa...??? Bukankah waktu itu ladangnya sudah ayah bersihkan, dipupuk, dan dipagar...!!!” (suara anak itu sambil membantu ayahnya bangun dari tempat tidur).

“Itu belum cukup, Nak. Kelak kamu akan tahu...!!!” (ucap si petani sambil tertatih² keluar rumah).

Ia mengajak anaknya pergi ke ladang. Setibanya di ladang, anak itu terperangah. Ia seperti tidak percaya apa yang dilihat. Hampir seluruh ladang ditutupi ilalang. Cabai dan tomat yang tumbuh mulai membusuk. Daun²nya pun dihinggapi ulat.

“Anakku, inilah yang ayah maksud tugas petani. Kini kamu paham, kenapa ayah gelisah. Karena seorang petani tidak cukup hanya menanam, menebar pupuk, dan memagar tanamannya. Tapi, ia juga harus merawat. Tiap hari, tiap saat...!!!” (jelas sang ayah sambil menatap sang anak yang masih terkesima dengan ilalang di sekitar ladang ayahnya).

*****
Mereka yang terpilih Allah swt. sebagai pegiat dakwah, sadar betul kalau tugasnya begitu penting, mulia, dan sekaligus berat.

Berat karena tugas itu tidak cukup sekadar menanam kesadaran, menebar sarana dakwah, dan memagari ladang dakwah dari terjangan angin dan hewan perusak. Lebih dari itu, ia harus merawat.

Seperti halnya ladang tanaman, ladang dakwah bukan benda mati yang akan lurus² saja kalau ditinggal pergi.

[-] Tanahnya hidup.
[-] Udara di sekitar pun dinamis.

Yang akan tumbuh bukan saja tanaman yang diinginkan, tanaman liar seperti ilalang pun akan tumbuh subur merebut energi kesuburan ladang. Belum lagi telur² hama yang hinggap ke daun tanaman setelah berterbangan digiring angin.

Pegiat dakwah persis seperti seorang petani terhadap tanamannya. Ia sebenarnya sedang berlomba dengan ilalang dan hama.

Kalau ia tidak sempat merawat, ilalang dan hama yang akan ambil alih. Kelak, jangan kecewa kalau buah² tanaman yang akan dipetik sudah lebih dulu membusuk.

Jumat, 12 Juli 2013

Percakapan Allah dengan Bayi

             
        Suatu ketika seorang bayi siap dilahirkan ke dunia, menjelang diturunkan ... sang bayi bertanya kepada TUHAN :
Bayi : "para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia,
           tetapi....bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah"
TUHAN : "aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu"
Bayi : "tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk
           bahagia"
TUHAN : "malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan
                 kehangatan cintanya dan lebih berbahagia"
Bayi : "dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"
TUHAN : "malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa"
Bayi : "saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,siapa yang akan melindungi saya"?
TUHAN : "malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun"
Bayi : "tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi"
TUHAN : "malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana
                 agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu"
                 saat itu surga begitu tenangnya...sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak
                 dengan suara lirih bertanya
Bayi : "TUHAN..........jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama
           malaikat di rumahku nanti"?
TUHAN : "kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu...... I B U ..."

              Kenanglah ibu yang menyayangimu.. Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi... Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..Ingatkah engkau..ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?
 Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit...Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..Kembalilah...mohon maaf...pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu.
           .Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,ketika ibu telah tiada...Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita...,tak ada lagi senyuman indah...tanda bahagia.. Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya..yang ada hanyalah baju yang digantung di lemarinya.. Tak ada lagi..dan tak akan ada lagi.. Yang akan meneteskan air mata mendo'akanmu disetiap hembusan nafasnya.. Pulang..dan kembalilah segera...peluklah ibu yang selalu menyayangimu..
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya.

Terima Kasih...

Follow @budizakaria

Penyesalan Selalu Datang Terlambat

          Ini adalah sebuah kisah yang sangat menyentuh,sehingga dapat membuat seseorang menjatuhkan air mata.....:')

          Kisah ini berawal ketika seorang ayah yang sangat menginginkan mobil baru.Dia bekerja dengan sangat keras agar keinginannya tercapai.Dan pada akhirnya keinginanya tercapai,yaitu memiliki sebuah mobil baru.
          Dia sangat cinta dengan mobilnya itu,melebihi cintanya kepada keluarganya sendiri.Sampai pada suatu hari saat dia memiliki masalah dengan pekerjaannya dan pada saat sampai dirumah dia sangat lelah dan diapun tertidur,anak perempuannya yang baru berumur 6 tahun memiliki inisiatif untuk menghibur ayahnya
dia mencoba menghiasi mobil ayahnya dengan pernak-pernik yang indah sehingga mobilnya terlihat bagus.
          Tetapi pada saat ayahnya terbangun dan melihat perbuatan anaknya dia sangat marah,dia memukul tangan anaknya dengan kayu dan memarahinya  "Dasar anak nakal,cepat masuk kekamar dan jangan keluar lagi" sambil memukul anaknya terus-menerus.Ibunya tidak bisa berbuat apa-apa jika suaminya sedang kesal.
          Setelah itu rasa sakit ditangan anak semakin sakit semakin hari semakin panas sehingga membengkak,dan akhirnya dibawa kerumah sakit.Ibunya sangat takut dengan keadaan anaknya dan menelpon suaminya untuk segera kerumah sakit.
          Setelah ayahnya sampai dia sangat khawatir dengan keadaan anaknya.Saat dokter selesai memeriksa anaknya dia memberitahukan kepada nya bahwa tangan anaknya sudah begitu parah sehingga tangan anaknya harus diamputasi.

          Keesokan harinya dia meminta maaf kepada anaknya "Anakku maafkan aku,aku sangat menyesal"sambil menangis.Lalu anak nya memaafkan ayahnya "Aku sudah memafkan ayah,tetapi bilangin sama pa dokter tolong kembaliin tangan ku yang sudah diambil sama pa dokter......."jawab anaknya. Ayahnya pun berteriak "Allah...............!!!!" sambil menangis dan memeluk anaknya erat-erat.

Jadi, jangan lah kita terlalu mencintai harta benda kita sehingga kita tidak memprdulikan orang disekitar kita. 
karena kita tidak akan bahagia tanpa ada orang yang kita sayangi disamping kita.
Salam manis buat pembaca.
Terima Kasih.

follow @Budi Zakaria